Memahami Bakat Anak Dengan Membaca Karakter Wajah



Semua orangtua pastilah ingin anaknya sukses kelak di masa depannya. Dan salah satu cara dengan memahami karakter, bakat, dan potensi kecerdasannya. Namun , memahami karakter seseorang memang tidak semudah membalik telapak tangan.

Kalau jaman dulu, karakter dan sifat seseorang bisa di lihat dari hari lahirnya (pasaran-bhs Jawa). Apakah seseorang terlahir pada hari Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Ada lagi berdasarkan primbon Jawi, seseorang bisa dilihat karakternya dari tahi lalat yang dipunyai berada di daerah mana di sekitar bagian tubuhnya.

Namun, berikutnya ilmu psikology mempelajari karakter seseorang dari berbagai segi kehidupan. Mulai dari membaca karakter dari tanda tangan (grafology), lewat bentuk mukanya, lewat tanggal lahirnya, lewat rasi bintangnya, lewat shionya, lewat posisi dalam keluarga anak ke berapa, lewat warna favoritnya, lewat warna rambutnya, ada juga yang lewat golongan darahnya apa, dari bahasa tubuhnya. Bahkan ada yang baru melihat karakter seseorang dari sidik jarinya. Bahkan yang terakhir tersebut sudah ada software komputernya.

Yang  menjadi sedikit masalah adalah, cara-cara membaca karakter yang saya sebutkan di atas kurang akurat. Karena beda tipis dengan ramalan. Saya pun tak pernah percaya 100% dengan metode membaca karakter yang seperti itu. Meskipun tidak jelas berapa persen akurasi kebenarannya.

Berbeda dengan Membaca Karakter melalui karakter wajah seseorang. Yang satu ini sama sekali bukan ramalan. 100% adalah ilmu psikology. Ini adalah kepiawaian dalam membaca kunci-kunci informasi yang tersirat dari wajah seseorang yang bersumber dari Tuhan Sang Pencipta.

Tuhan menciptakan wajah seseorang , yang bisa menggambarkan dinamika psikis (karakter) yang mewakili isi kepala. Karena itu, cukup melihat wajah seseorang, sebenarnya kita bisa melihat gambaran karakter seseorang. Makanya kalau dalam Islam memberi batasan yang boleh dilihat saat ta’aruf (berkenalan) antara laki-laki dan perempuan adalah wajahnya. Karena ini menegaskan bahwa yang boleh tampak (wajah) sudah cukup bisa memberi gambaran peta karakter calon pasangannya.

Kembali pada memahami anak, ini menjadi satu masalah yang harus dicari jalan keluarnya. Nah, yang paling mudah adalah dengan hanya mengirim foto anak mulai usia 3 tahun, kita bisa tahu bagaimana karakter anak kita, bakat dan potensi kecerdasannya di bidang apa, dan apa gaya belajar yang paling efektif. Ini bermanfaat untuk memacu prestasinya. Dan yang paling penting, anak akan belajar dengan gembira. Tidak ada paksaan dalam belajar. Dan kita tidak akan menjadi orang tua yang memaksa anak harus belajar dengan cara duduk diam di meja belajar. Padahal dia punya kecerdasan kinestetik, misalnya. Jelas anak tidak bisa duduk diam. Dia memang senang belajar dengan berjalan-jalan, berkomat-kamit, dan mencorat-coret.

Nah, jangan ada lagi memaksa anak untuk masuk ke les renang, padahal dia bakatnya di dunia menyanyi. Atau jangan memaksa anak untuk menjadi dokter, padahal anak bakat di menggambar/ desain. Mari memahami karakter dan bakat anak. Tugas kita hanya mengarahkan dan memberi fasilitas untuk menunjang bakatnya. Dan sudah ada seribu anak (1000 wajah) yang sudah mengikuti Baca Wajah BAca Karakter. Bagaimana dengan anak anda? Sudahkah anda paham dengan bakat ananda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages